Kenali! Plus Minus Pakai Lantai Kayu di Rumah

Dari sekian banyak elemen interior yang ada di rumah, lantai merupakan bagian terpenting yang sering terlupakan. Padahal, lantai yang tepat bisa melindungimu dan keluarga. Bayangkan salah memilih material lantai untuk ruanganmu, bisa-bisa kamu atau orang terkasih terpeleset dan terjatuh. Salah satu material yang dianggap paling baik mencegah hal ini adalah lantai kayu. Bukan cuma bisa menghindari gesekan pada lantai dan mencegah terpeleset karena lantai licin, lantai kayu juga merupakan favorit banyak orang karena sifat aestetiknya yang bisa memperindah rumah. Jadi, lantai kayu bisa menjadi pemanis rumahmu kalau digunakan secara tepat. Penasaran apakah lantai kayu baik untukmu? Yuk, cek plus dan minus dari lantai kayu supaya kamu makin yakin!

Kelebihan menggunakan lantai kayu

Lantai kayu lebih awet dan memberi efek visual yang bagus

Lantai kayu memiliki bahan kayu solid sehingga memberi kesan aestetik yang bagus dan menarik karena corak alami yang dimilikinya. Kesan alami dari lantai kayu ini bisa membuatmu merasa betah berada di dalam rumah. Apalagi buat kamu yang menyukai suasana alam. Motif dari lantai kayu yang beraneka ragam bisa membuat kita leluasa memilih motif yang pas untuk rumah. Selain itu, lantai kayu juga dinilai lebih awet lho, dengan perawatan yang baik dan benar, lantai kayu di rumah dapat bertahan sampai 20 tahun. Salah satu cara perawatan yang baik adalah dengan cara re-coating atau mengecat ulang setiap 3 bulan sekali.

Perawatan lantai kayu lebih mudah

Untuk membersihkan permukaan lantai kayu sejatinya tak sesulit yang kamu bayangkan lho. Cukup menggunakan vacuum cleaner atau sapu bulu halus kamu bisa membersihkan kotoran atau remah-remah. Untuk membersihkan noda atau benda-benda cair, cukup gunakan lap untuk membersihkannya.

Lantai kayu memiliki efek yang bagus buat kesehatan

Lantai kayu diyakini bisa mengurangi pengaruh Volatile Organic Compounds (VOC) yang ada di ruanganmu. VOC sendiri adalah senyawa organik yang memiliki tekanan uap yang sangat tinggi dan mudah menguap pada temperatur dan tekanan ruang.

Kekurangan lantai kayu

Butuh perlakuan khusus agar lantai kayu tidak mudah keropos

Lantai kayu yang kurang mendapat perlakuan khusus saat akan dipasang, bisa menjadi sarang dari rayap dan mengalami keropos ketika lantai kayu tersebut mulai lembap. Kelembapan biasanya akan membuat lantai kayu menjadi mudah keropos, lapuk dan menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, apabila kamu memiliki peliharaan, usahakan kuku dari hewan peliharaanmu rajin dipotong untuk menghindari timbulnya goresan di permukaan lantai kayu. Ini juga berlaku ketika kamu berniat memindahkan barang atau furnitur, usahakan agar furnitur tersebut tidak didorong, tapi diangkat.

Lantai kayu agak susah dibersikan ketika ada noda cair

Lantai kayu sangat rentan terhadap noda cat atau tinta, hal ini membuat lantai kayu susah dibersihkan karena cairan langsung meresap ke dalam kayu. Untuk menjaga keawetan, hindari penggunaan air berlebihan pada lantai kayu. Merawat lantai kayu perlu dilakukan dengan hati-hati. Saat membersihkan lantai kayu, gunakan sapu yang lembut berbahan bulu agar permukaan kayu tidak tergores. Untuk menjaga keawetan, hindari penggunaan air berlebihan pada lantai kayu. Gunakan lap kering agar air tak merembes ke dalam pori-pori kayu.

Nah, setelah mengetahui plus minus dari lantai kayu, kamu pasti bingung memilih lantai kayu apa yang paling cocok untuk rumah dijual di Bandung milikmu. Ada berbagai macam motof lantai kayu yang populer di kalangan masyarakat. Di antaranya adalah:

Pola lurus

Pola ini merupakan jenis pola lantai kayu paling umum ada dan sering dipakai. Pola ini sering dipakai pada ruangan berkonsep modern dan kontemporer karena desainnya yang simpel dan fleksibel untuk segala jenis konsep interior. Harga dari lantai kayu dengan pola ini juga disebut paling murah karena pemasangannya yang mudah.

Pola acak

Jenis lantai kayu dengan pola acak memberikan kesan unik pada sebuah ruangan, apalagi kalau kamu ingin mengusung konsep hippie atau bohemian. Pola lantai kayu acak sangat cocok buat kamu yang kreatif dan memiliki jiwa seni. Jangan lupa untuk mempermanis ruanganmu dengan furniture berkualitas dan hiasan dinding unik sesuai dengan konsep ruangan yang kamu pilih ya!

Pola diagonal

Ingin ruangan terlihat lebih mewah dengan mengganti satu elemen saja? Lantai kayu pola diagonal solusimu! Memiliki pola yang nggak biasa dan cenderung aestetik, pola diagonal pada lantai kayu dianggap bisa memaksimalkan tampilan ruangan minimalis, apalagi ruangan mungil, seperti pada desain apartemen minimalis.

Pola parket

Seringkali ditunjukan sebagai elemen dekoratif, lantai kayu parket memang memiliki motif mosaik yang geometris dengan kesan tersendiri. Nggak heran kalau lantai kayu berpola parket banyak digunakan di ruangan inti seperti ruang tamu atau ruang keluarga. Berkumpul bersama keluarga di ruangan yang indah tentu menjadi impian setiap orang bukan?

Setelah mengetahui plus dan minus dari lantai kayu, apa kamu juga jadi tertarik memiliknya di rumah yang kamu tempati?

Tips Investasi Rumah Bagi Kaum Milenial

Investasi properti merupakan investasi yang sangat menarik untuk dibahas. Potensi keuntungannya cukup besar dengan resiko yang relatif stabil. Hingga saat ini anyak masyarakat yang mudal berkecimpung di dunia properti. Percaya atau tidak sebagian besar dari pemula ini merupakan kaum milenial.

Emas, saham atau reksadana, serta properti adalah bentuk investasi favorit di Indonesia. Namun di antara ketiganya, properti dianggap lebih aman. Kenaikannya relatif stabil dibandingkan emas dan saham. Banyak jenis properti yang bias kamu jadikan investasi. Yang paling popular belakangan ini misalnya rumah dijual di Bogor, apartemen di pusat kota – kota besar hingga rumah tapak di dekat perkantoran dan kawasan industri. Meskipun tampaknya investasi properti yang menjanjikan ini akan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para investornya, namun tetap saja memiliki resiko yang harus dihadapi. Untuk meminimalisirnya kamu bias memperhatikan beberapa hal dibawah ini :

Perizinan

Sudah cukup banyak jumlah pengembang yang menawarkan hunian, baik rumah ataupun apartemen, sebelum hunian tersebut dibangun. Keuntungan membeli pada fase ini ialah harga masih terjangkau dan biasanya masih banyak promo dan bonus lagi dari pengembang.

Namun, karena fisik bangunan tidak ada, Kamu harus memeriksa dengan cermat pengembang perumahan atau apartemen tersebut. Yang pertama tentu saja adalah reputasinya. Jika pengembang tersebut sudah pernah membangun perumahan dan tidak bermasalah, maka kecil peluang pengembang ini akan melakukan penipuan. Bila kamu masih ragu untuk memilih dengan cara ini, kamu bias bergabung dan bertanya di komunitas para investor properti. Atau kamu bias bertanya langsung pada kerabat dan koneksimu, minta nasehat dan beberapa rekomendasi pengembang.

Kedua, periksa legalitasnya. Kamu berhak bertanya seputar izin pembangunan dan lain-lain. Kamu tentu tidak mau membeli properti yang tidak jelas dokumen dan surat – menyuratnya serta statusnya bukan ? Konsultasikan semua informasi yang Kamu terima dengan praktisi atau ahli di bidang properti. Jangan gegabah dengan hanya mengandalkan informasi di dunia maya saja.

Datangi lokasi

Mencari properti secara online memang jauh lebih mudah. Informasi yang tersaji pun lebih lengkap. Namun, Kamu tetap harus mendatangi langsung lokasinya jika Kamu sudah mantap dengan properti tersebut. Properti yang baik di antaranya dekat dengan beragam fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pasar/supermarket, atau pusat perbelanjaan. Selain itu, cari lokasi yang memiliki akses mudah menuju pintu tol atau stasiun dan terminal.

Idealnya, properti yang baik harus memenuhi semua persyaratan tersebut. Tetapi Kamu juga bisa menyesuaikan dengan target pasarnya. Misalnya, properti kelas menengah tidak perlu dekat dengan akses tol, namun perlu akses ke transportasi massal yang baik.Untuk mengetahui hal hal ini kamu bias mencarinya di internet. Sudah cukup banyak situs yang memberikan ulasan dan reviewnya. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan informasi lengkap seputar potensi dan fasilitas umum di setiap properti baru yang ditawarkan.

Bandingkan harga

Saat ini banyak properti baru yang dibangun mengelilingi kawasan terpadu. Rumah dijual di Bogor misalnya, banyak perumahan baru tumbuh di sekitar pusat kota Bogor, yang memiliki fasilitas umum lengkap dan mapan. Perumahan-perumahan kecil di sekitarnya tentu bisa ikut memanfaatkan keberadaan fasilitas tersebut, dengan harga yang jelas lebih terjangkau ketimbang rumah di dalam kawasan itu.

Kamu bisa membuat daftar beberapa perumahan dengan harga yang berbeda atau hamper sama dengan fasilitas dan kondisi yang hampir sama pula. Dengan begitu kamu bisa mengerucutkan pilihan, dan memilih yang paling baik diantara pilihan tersebut. Jangan lupa untuk mencari tau harga jual di sekitar perumahan tersebut. Apakah tidak jauh berbeda atau sama rata.

Amati perkembangan pasar

Seperti disebutkan di atas, properti punya kenaikan harga yang relatif stabil. Tetapi Kamu bisa mengoptimalkan investasi pada properti dengan progres kenaikan harga yang lebih baik. Saat ini tidak sedikit situs – situs Index menyajikan data kuartalan terkait pergerakan kenaikan harga pasar. Kamu bissa menjadikannya sebagai referensi.

Biaya lain-lain

Biaya perawatan untuk rumah relatif tidak terlalu besar. Berbeda dengan biaya perawatan unit di apartemen yang biasanya lebih mahal. Jika Kamu berinvestasi di apartemen dan hendak menyewakannya, pastikan dulu biaya perawatan menjadi tanggung jawab pihak mana. Jika Kamu yang menanggung, pastikan biaya ini masuk dalam perhitungan penentuan biaya sewa. Bila hendak disewakan, pastikan untuk membuat kesepakatan dan menerapkan peraturan kepada penyewa.

Keuntungan yang besar dengan proses yang cukup mudah untuk melakukan investasi rumah dijual di Bogor. Tidak bisa menutup kemungkinan kandungan resiko yang ada di dalamnya. Kamu tetap harus melakukan pencegahan dan penanggunalangan untuk mengatasi semua resiko dan masalah yang ada atau yang akan dating di masa depan nanti. Pastikan untuk membuat rencana dengan cukup matang. Jangan lupa untuk selalu membekali diri dengan banyak pengetahuan dan infromasi terkait investasi properti yang akan kamu pilih. Hindari memutuskan segala sesuatu tanpa pertimbangan yang matang.

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Bangun Rumah?

“Bangun rumah butuh waktu berapa lama ya?” Jawaban pertanyaan ini pasti selalu mengarah pada kata “tergantung.” Yup, waktu pembagunan rumah kita tergantung pada beberapa faktor. Misalnya saja seperti pekerja bangunan, persediaan material, serta cuaca. Selain itu, waktu pembangunan juga dipengaruhi oleh kompeksitas proyek. Kontur tanah, area sekitar proyek, serta penataan lantai rumah akan menentukan tingkat kesulitan. Rumah yang dibangun atas permintaan individu akan memerlukan waktu yang lebih lama. Berbeda jika dibangun developer yang waktu pengerjaannya memakan waktu lebih sedikit. Secara umum, terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi durasi pembangunan rumah. Faktor apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.

1.      Pre-Konstruksi dan Perizinan

Sebelum kontraktor mulai membangun rumah, tanahnya harus mempersiapkan terlebih dahulu. Pepohonan, batu-batuan, serta benda-benda lainnya harus disingkirkan. Setelah itu, barulah kontraktor dapat meratakan tanah untuk pondasi. Masalah-masalah yang muncul selama proses pre-konstruksi ini dapat memperlama durasi pembangunan rumah. Semakin banyak pekerjaan yang harus dilakukan, semakin lama juga proses pembangunan rumah.

Selain proses pre-konstruksi, proses perizinan juga berpengaruh pada waktu pembangunan. Terkadang, pemilik rumah kesulitan mendapatkan izin pembangunan resmi.

  1. Lingkungan

Lingkungan di tempat pembangunan rumah juga memperngaruhi waktu pengerjaannya. Lingkungan ini tergantung pada oleh lokasi daerah serta negara. Di negara-negara Atlantik bagian tengah, pembangunan rumah memerlukan waktu sekitar 9,5 bulan. Sementara itu, pembangunan rumah di daerah pegunungan memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Di daerah metropolitan, waktu pembangunannya memerlukan waktu sekitar 7 bulan. Berbeda dengan daerah pedesaan yang waktu pembangunannya lebih lama, yakni sekitar 9 bulan.

Ketika hujan, pekerja bangunan masih bisa melakukan banyak pekerjaan. Namun, ada juga pekerjaan yang harus tertunda karena hujan, misalnya memotong pepohonan. Di negara yang sedang mengalami musim salju, sulit untuk memasang beton sebagai pondasi. Sementara itu, hujan di musim semi juga membuat tanah semakin padat. Akibatnya, sulit untuk menggali tanah yang akan dijadikan pondasi.

  1. Ketersediaan Pekerja dan Bahan Bangunan

Musim panas biasanya menjadi waktu tersibuk untuk mengerjakan pembangunan rumah. Mungkin saja pembangunan rumah kita tertunda karena harus menunggu ketersediaan tenaga kerja. Jadi, waktu pengerjaan rumah sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang tersedia. Proyek pembangunan juga ditentukan oleh spesialis yang dibutuhkan kontraktor. Contohnya ialah tukang gali, ahli listrik, serta designer interior.

  1. Mengganti Rencana Pembangunan

Mengganti rencana pembangunan seringkali akan memperlama proses pembangunan rumah. Apalagi jika kita memintanya ketika ketika proses pembangunan hampir selesai. Perpanjangan proses pembangunan juga dapat terjadi jika pemilik belum merencanakan pembelian furniture. Contohnya ialah 1 set lemari yang pemesanannya membutuhkan waktu enam hingga delapan minggu. Sementara itu, proses pemasangannya dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu. Ketika pemiilik rumah terlalu lama menentukan pilihan, lemaripun akan datang lebih lama.

Untuk meminimalisir penundaan konstruksi, berkomunikasilah dengan kontraktor secara baik-baik. Selama kontrsuksi, ada banyak pertimbangan yang membuat kita akhirnya harus memperlama   pembangunan.

  1. Gaya Konstruksi

Gaya rumah yang akan dibangun juga mempengaruhi waktu konstruksi. Pembangunan rumah atas permintaan individu biasanya dibangun selama 10 hingga 16 bulan. Sementara itu, rumah yang diproduksi pengembang hanya memerlukan waktu 4 hingga 6 bulan. Hal ini dikarenakan pengembang biasanya menggunakan jenis lantai yang sama seperti pembangunan sebelumnya. Jadi, waktu tidak akan terbuang untuk menentukan jenis lantai. Selain itu, para pekerja juga tidak memerlukan banyak pekerjaan untuk memasangnya.

Kunci utama agar pembangunan rumah tidak molor adalah kerja sama. Kita harus menjaga komunikasi dengan kontraktor. Selain itu, kita juga harus memastikan proses pembangunan sesuai estimasi perencanaannya. Dengan begitu, kita akan menghemat waktu dan biaya.